KEGIATAN PPGDON 10-13 SEPTEMBER 2015

IMG_1123IMG_1438IMG_1138IMG_1301

Akademi kebidanan uniska kendal pada tahun ini kembali mengadakan Pelatihan Penanganan Kegawatdaruratan Obstetri Neonatus (PPGDON). Pada kesempatan kali ini mengusung tema “melalui pelatihan PPGDON mencetak bidan “ Peserta pelatihan PPGDON berjumlah 77 peserta yang terdiri 59 peserta alumni akbid uniska kendal, 2 peserta dosen dan 16 peserta bidan puskesmas & Rumah Sakit dari pekalongan, semarang, magelang, purworejo & samarinda. Waktu pelaksanaan selama 4 hari mulai tanggal 10-13 September 2015. Kegiatan hari pertama dan kedua diisi dengan materi klasikal, kemudian hari ketiga dan keempat ujian dan simulasi.

  1. Pada hari pertama acara pelatihan PPGDON diawali dengan pembukaan yang bertujuan untuk memberikan arahan dari direktur akbid uniska dan perwakilan trainer tim EMS 119. Dilanjutkan dengan pre test materi teori yang bertujuan untuk menggali sejauh mana pengetahuan peserta PPGDON terhadap materi kegawat daruratan obsteri dan neonatal. Pada jam 09.00-12.30 dilanjutkan paparan materi intial assesment oleh dr. Faisal Ali, SpB dengan metode ceramah dan diskusi yang selanjutnya dilakukan stimulasi penanganan setiap kasus. Pada materi intial assesment peserta diharapkan mampu mengetahui tentang pentingnya PPGD dan penilaian tanda vital (intial assement) selain itu peserta juga diajarkan tentang pengelolaan kasus trauma capitis, pengelolaan kasus trauma thorak, pengelolaan kasus trauma Abdoment, penanganan strain, spain dan faktur. Disamping itu pula dr. Faisal Ali, SpB memberikan materi tentang penanganan luka dan perdarahan serta penanganan kasus luka bakar (Thermal Burn).

Masih dihari pertama, materi selanjutnya pada jam 13.00-15.30 adalah materi tentang kedaruratan pernafasan. Narasumber pada materi kedaruratan pernafasan disampaikan oleh dr. Awaludin, Sp.AN dengan metode pembelajaran ceramah dan diskusi. Materi kedaruratan pernafasan terdiri dari airway management dan kedaruratan pernafasan, penanganan keracunan/ poisoning, penanganan gigitan binatang (Animal bite), penanganan Shock dan terapi cairan elektrolit dan drug calculasi obat-obatan emergency.

Materi terakhir hari pertama pada jam 16.00-18.00 disampaikan oleh ibu Sri Nurhayati, S. SiT., M. Keb dengan materi kedaruratan maternal.

  1. Pada hari ke dua tanggal 11 september 2015 pukul 08.00-10.00 wib peserta PPGDON mendapatkan materi tentang kedaruratan paru yang disampaikan oleh narasumber dr. Dicky Suherman Sp.P. materi kedaruratan paru yang diberikan untuk peserta adalah mengenai kedaruratan jalan nafas dan paru, anatomi fisiologis paru, gagal nafas, ASMA, HIMOPTISIS, dan PNEUMOTORAKS dengan metode ceramah dan diskusi.

Materi berikutnya dilanjutkan oleh narasumber Bpk. Muh. Subhan, S. Kep pada pukul 10.00-12.00 dengan materi balut bidai dan evakuasi. Materi balut bidai dan evakuasi bertujuan agar peserta dapat menangani kedaruratan yang berkaitan dengan evakuasi pasien dengan kecelakaan atau bencana alam.

Setelah isoma pada pukul 13.00-15.00 materi selanjutnya disampaikan oleh narasumber dr. Haris, Sp.JP dengan materi kedaruratan jantung. Adapun materi kedaruratan jantung yang disampaikan antara lain dasar-dasar elektro kardio grafi (EKG) dan ICCU kedaruratan jantung.

Materi terakhir pada kelas klasikal adalah materi kedaruratan obstetri yang disampaikan oleh dr. Adi Widodo, SpOG pukul 15.00-19.00 wib. Adapun materi kedaruratan obstetri adalah penanganan perdarahan pre eklamsi/eklamsi, penanganan perdarahan jalan lahir, penanganan atonia uteri, penanganan aspeksi neonatus, dan penanganan perlukaan jalan lahir. Setelah materi kedarurtan obsteri diberikan dilanjutkan dengan simulasi penanganan perdarahan dan simulasi penanganan asfiksi neonatus.

  1. Pada hari ke 3 jam 08.00-09.00 diadakan post test teori untuk materi-materi yang telah diberikan pada hari pertama dan kedua. Posttest dimaksudkan untuk mengetahui sejauh mana peserta memahami apa yang sudah diajarkan. Selanjutnya pada jam 09.00-18.00 diadakan bimbingan/skill station (OSCA). Bimbingan/skill satation diadakan di 7 kelas dengan pembagian stase masing-masing dan 77 peserta dibagi menjadi 7 kelompok. Stase I dengan praktikum CPR/resusitasi jantung paru pada obstetrik neonatus. Stase I diadakan di ruang B dengan mentor ibu Wahyu pujiastuti, S.Kep. Stase II dengan praktikum EKG monitor dan defibrilasi pada kedaruratan obstetri neonatus. Stase II diadakan di ruang D dengan mentor Bpk. Ns. H. Ikom, S. Kep. Stase III dengan praktikum Airway managemen dan intubasi pada obstetri neonatus. Stase III diadakan di ruang E dengan mentor bpk. Sigit Hariadi, S. Kep. Stase IV dengan praktikum pemakaian alat-alat Emergency dan evakuasi pada kedaruratan obstetri dan neonatus. Stase IV diadakan di ruang C dengan mentor bpk. Yun hariyadi, S. Kep. Stase V dengan praktikum balut bidai/ fiksasi pada trauma pra rumahsakit. Stase VI diadakan di ruang F dengan mentor bpk. Muh. Subhan, S. Kep. Stase VI dengan pratikum Initial assesment. Stase VI diadakan di ruang G dengan mentor bpk. Endi, S. Kep. Stase VII dengan praktikum kedaruratan obstetri . Stase VII diadakan di laboratorium dengan mentor ibu Sri Nurhayati, S.SiT., M. Keb.
  2. Pada hari terakhir tanggl 13 sept 2015 pukul 08.00-12.00 wib diadakan ujian komprehensif/skill station-OSCA. Sesuai dengan bimbingan skill pada hari ke 3. Semua mahasiswa diwajibkan mengikuti seluruh ujian disetiap stase dan harus dinyatakan lulus untuk dapat memperoleh sertifikat PPGDON. Apabila peserta ada yang belum lulus dalam ujian stase skill maka di wajibkan untuk mengikuti remidial. Acara selanjutnya setelah ujian komprehensif adalah simulasi disaster management dimana setiap peserta harus dapat berkerjasama dengan kelompok saat dihadapkan pada situasi kecelakaan masal di jalan raya mulai dari cara mencari bantuan, penanganan pertama korban kecelakaan, tata laksana rujukan pasien, dan penanganan kedaruratan. Peserta di bagi dalam beberapa kelompok sesuai dengan penanganan masing-masing yaitu kelompok petugas PMI, kelompok petugas Puskesmas, kelompok rumah sakit. Setiap kelompok dituntut untuk bekerja sesuai dengan kelompoknya dan kewenangannya penanganan pasien. Acara selanjutnya setelah simulasi disaster management adalah penutupan pelatihan. Pada acara penutupan diumumkan juga peserta terbaik yaitu : terbaik 1 erlin septiani dengan nilai kumulatif 83,4, terbaik 2 fitri indri astuti dengan nilai kumulatif 82,9 dan terbaik 3 immah tri y dengan nilai kumulatif 82,4. Acara penutupan pelatihan PPGDON ditutup oleh ibu direktur akbid UNISKA kendal. Dengan ditutupnya pelatihan PPGDON makan selsesai sudah rangkaian acara pelatihan PPGDON pada tahun ini. Puji syukur kepada Allah SWT karena pada pelaksanaan pelatihan PPGDON bisa sesuai rencana dan tidak ada hambatan apapun. Kerjasama yang baik antar panitia juga memberikan sumbangan yang besar atas suksesnya acara pelatihan PPGDON. Semoga akbid uniska kendal dapat selalu meningkatkan kompetensi bagi mahasiswa dan alumni demi mewujudkan visi akbid uniska kendal yaitu menghasilkan bidan yang mandiri dan berakhlak mulia.

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *