Category Archives: Kampus

WORKSHOP TERAPI KOMPLEMENTER DALAM RANGKA PENCAPAIAN HOLISTIC MIDWIFERY

Sehubungan dengan pencapaian visi Akbid Uniska Kendal yaitu “Menjadi Program Studi Diploma III Kebidanan yang unggul di Jawa Tengah pada tahun 2030 dimana salah satu misinya yaitu menyelenggarakan pendidikan untuk menghasilkan lulusan yang mampu menerapkan holistic midwivery maka Akademi Kebidanan Uniska (AKU) Kendal mengadakan kegiatan Workshop Terapi Komplementer pada hari Selasa Tanggal 10 Nopember 2015 lalu.

Dalam kegiatan yang berlangsung kurang lebih 4 jam ini diisi oleh 3 pemateri yaitu Ibu Ns, Yuni Puji Widiastuti, S.Kep., M.Kep, yang memberikan materi tentang refleksi dan akupressure dalam kebidanan, Ibu Hj. Masruroh, S.Si.T., M.Kes yang memberikan materi tentang pijat oksitosin dan ibu Desi Wijayanti ED, SST., M.Kes yang memberikan materi tentang Antenatal Care (ANC) Terpadu.

Kegiatan workshop ini dihadiri oleh kurang lebih 40 Bidan Kabupaten Kendal yang merupakan Pembimbing Lahan Praktik Mahasiswa Akbid Uniska Kendal. Dengan kegiatan ini diharapkan Bidan Pembimbing Lahan Praktik yang merupakan patner dalam memberikan pendidikan kepada mahasiswa dapat membantu terlaksananya misi menghasilkan lulusan yang mampu menerapkan holistic midwivery dan pada akhirnya dapat terwujud visi Akbid Uniska Kendal yaitu “Menjadi Program Studi Diploma III Kebidanan yang unggul di Jawa Tengah pada tahun 2030” Aamiin…. (SAN)

Ibu Jumiatun Dilantik jadi Direktur Akbid Uniska

KENDAL – Hj Jumiatun SSIT, MKes, Sabtu (15/2), dilantik oleh Ketua Yayasan dr Kusuma Aji, MSi, menjadi Direktur Akbid Uniska Kendal yang baru, masa bhakti 2014- 2018, menggantikan Direktur lama, Ny Hj Masruroh SSIT, MKes yang telah mengakhiri dua periode massa jabatannya. Sebelum menjadi Direktur, Jumiatun merupakan Pembantu Direktur I.

Di depan tamu undangan yang antara lain terdiri dari perwakilan Dinas Kesehatan Kabupaten Kendal, Dirut RSUD dr Soewondo Kendal, Dirut RS ‘Darul Istiqomah’ Kaliwungu, Pimpinan/ Ketua Perguruan Tinggi di Kendal, civitas akademika, dosen serta tamu undangan lainnya, Ketua Yayasan, dr Kusuma Aji, MSi minta kepada Direktur Akbid Uniska yang baru, bekerja keras/ eksen, tidak banyak bicara, menjalin kerja sama dengan pihak lain, melengkapi sarana dan prasarana pendidikan, termasuk ruang lab, perpustakaan, meningkatkan kemampuan/ ilmunya serta berupaya agar nilai akreditasi yang semula B, bisa menjadi A.

Ditambahkan oleh mantan Kepala Puskesmas Ringin Arum yang lebih memilih mengembangkan dunia pendidikan serta hidup santai ini, setiap periode kepengurusan/ kepemimpinan, memiliki target masing- masing yang harus direalisasikan. Direktur Akbid Uniska yang baru, diharapkan mampu meningkatkan kualitas Akbid agar mendapatkan kepercayaan dari masyarakat serta bisa menjadi kebanggaan daerah.

Dengan mencermati karier Jumiatun yang sejak awal memang sepenuhnya mengabdikan diri di Akbid Uniska, ditambah lagi adanya dukungan penuh dari Ny Restu Prihandini SSIT, MKes sebagai Pembantu Direktur I, Ny Desi Wijayanti ED, SSIT, MKes selaku Pembantu Direktur II serta Ny Shinta Ayu Nani, SSIT, sebagai Pembantu Direktur III, Kusuma Aji, optimis tugas yang dibebankan di pundak Direktur Akbid Uniska, bisa diwujudkan.

Pada bagian akhir sambutannya yang sarat dengan joke segar sehingga mengundang tawa hadirin, Kusuma Aji yang mengaku lebih suka menjadi dosen biasa daripada duduk sebagai Ketua Yayasan ini tidak lupa menyampaikan ucapan terima kasih kepada direktur lama yang dinilai berhasil membangun Akbid Uniska dengan baik. Kusuma Aji yang terpaksa menerima tugas sebagai Ketua Yayasan karena mendapat dukungan luas dari dosen, mahasiswa serta karyawan ini mengingatkan, antara Yayasan dengan jajaran Direktur/ Ketua memiliki benang merah tentang tugas pokok dan fungsi masing- masing, sehingga tidak boleh saling mencampuri.

Sementara itu dalam sambutannya, direktur baru menyatakan kesiapannya mengemban tugas yang diamanatkan oleh Yayasan, disertai harapan, direktur lama, yayasan maupun seluruh jajaran dosen dan karyawan memberikan dukungan penuh terhadap dirinya. Bagaimanapun juga, sebuah sukses tidak mungkin dapat diraih sendirian, melainkan merupakan hasil kerja sama dari semua pihak yang terlibat didalamnya.

Sedangkan direktur lama, menyampaikan, Akbid Uniska yang didirikan pada tahun 2006, memang sarat dengan berbagai pengalaman, sesuai dengan tahapannya. Pada periode awal yaitu tahun 2006- 2010, merupakan masa pembentukan kepercayaan masyarakat. Periode II, tahun 2011- 2014 merupakan priode pemantapan dan kemajuan serta periode ke III masa bhakti 20014- 2018, diharapkan dapat meningkatkan kualitas pendidikan, sesuai dengan misi dan misi Akbid, termasuk merealisasikan akreditasi dengan nilai A.

“Sebagai manusia biasa, tidak mungkin saya berbuat benar 100 persen. Untuk itu jika selama memimpin Akbid Uniska ada kesalahan atau kekeliruan, pada kesempatan ini, saya menyampaikan permohonan maaf sebenar- besarnya,” ujar Masruroh. Pelantikan dan pengambilan sumpah jabatan Direktur Akbid Uniska, ditandai dengan berbagai macam kegiatan seremonial dan diakhiri dengan makan siang bersama.

Akbid Uniska Kendal Go Internasional

“GO INTERNASIONAL” seolah merupakan harga mati atau setidaknya menjadi sebuah mimpi indah yang harus dicapai pada era globalisasi, seperti sekarang ini. Bila terlambat sedikit saja mempersiapkan diri maka, kita akan tertinggal oleh lajunya roda perputaran jaman. Kita selamanya bakal menjadi bangsa kedua atau mungkin yang kesekian kalinya, justru di negeri leluhurnya sendiri yang gemah ripah loh jinawi.

Menyadari betapa pentingnya makna go internasional, Akbid Uniska pun tidak mau sampai ketinggalan kereta. Akademi Kebidanan dibawah Dirut Hj Masruroh SST, MKes, begitu antusias saat mendengar kabar Asosiasi Perguruan Tinggi Kesehatan swasta se jateng, bakal meninjau Sembilan universitas serta rumah sakit besar yang ada di Philipina, sebagai upaya awal menjajaki kerjasama. Tanpa banyak berfikir lagi, ketua Yayasan Ir Johar Tantowi, MM yang didampingi Pengawas DR Slamet Utomo, bersama dengan 54 orang perwakilan dari 27 institusi, pada tanggal 31 Maret sampai 7 April silam, berangkat ke Philipina.

Menurut johar, dipilihnya Philipina sebagai tujuan kunjungan kerja oleh Asosiasi Perguruan Tinggi Kesehatan Swasta se jateng, atas pertimbangan karena Negara Philipina dikenal maju dalam pendidikan kesehatan maupun pengelolaan rumah sakitnya. Kerja sama ini, memang tidak terlepas berkat dukungan penuh dari Atase Pendidikan dan Kebudayaan Indonesia di Dubes Manila. Kunjungan kerja tersebut, kemudian ditindak lanjuti dengan penandatanganan MoU missal di Manila, antar perguruan tinggu yang diwakili oleh dirut PT masing-masing.

Menurut dirut Hj Masruroh SST, MKes, Akbid Uniska menandatangani kerja sama dengan dua Universitas yaitu IVAGO State University Manila serta OUR Leady Fatima University. Dipilihnya dua universitas ini, atas pertimbangan adanya jurusan Kebidanan untuk program S2. MoU tersebut kemudian ditindaklanjuti dengan LOA dan MOA, yang secara rinci menyiapkan program jangka pendek. MoU berlaku selama lima tahun sejak ditanda tangani kedua belah pihak.

Program itu meliputi kegiatan seminar internasional di Bali pada Agustus 2013. Kemudian aka nada work shop Kebidanan yang diikuti oleh 16 institusi kebidanan, di Manila. Tujuannya, menyamakan kurikulum antar kedua Negara, khususnya dari Jawa Tengah dengan perguruan tinggi yang telah menandatangani MoU, agar lulusan dari Indonesia dapat langsung go internasional. Direncanakan pada bulan Oktober mendatang dimulai kerja sama tukar mahasiswa. Untuk meningkatkan skill, proses lab, manajemen dan lain sebagainya, pada Maret 2014, digelar training bagi dosen di Universitas Philipina. Terakhir kalinya, juga akan dijalin tukar menukar jurnal ilmiah, papar Masruroh. Muara akhir dari semua kerja sama tersebut adalah untukmeningkatkan kualitas perguruan tinggi swasta di Jawa Tengah, agar mampu bersaing dengan Negara lain.

Dirut Akbid Uniska meupun ketua Yayasan, sepakat bahwa untuk merintis jalan menuju kesana yakin go internasional yang diawali melalui kerja sama dengan sejumlah universitas di Philipina, harus dilindasi  dengan kesadaran serta keinginan kuat untuk melangkah maju kedepan, disertai dengan persiapan matang, dan sungguh-sunggh dalam menggapai asa mulia itu. Tidak mungkin program ini bias jalan, bila tidak disiapkan sejak dini.

Menyadari betapa pentingnya program ini, Akbid Uniska tancap gas, dengan menyiapkan dosen serta mahasiswanya seaik mungkin, termasuk dalam kemampuan menguasai Bahasa Inggris. Bila perlu setiap hari diadakan tambahan Bahasa Inggris. Jangan sampai memalukan. Bila program ini berjalan lancer maka tidak lama lagi lulusan Akbid Uniska bias langsung go internasional. Jadi lulusan Akbid Uniska nantinya bukan Cuma untuk memenuhi kebutuhan tenaga kebidanan dalam negeri saja melainkan sudah siap bersaing dengan Negara maju lainya, lanjut dirut yang dibenarkan oleh Ketua Yayasan.